Perkuat Gerakan Wakaf Produktif, WPC Bukittinggi dan PD BKMT Teken MoU Sinergi Dakwah
Bukittinggi – Infosumbar24.com. Upaya memperkuat gerakan dakwah sekaligus mengoptimalkan potensi wakaf umat terus dilakukan berbagai lembaga di Kota Bukittinggi. Salah satunya melalui sinergi antara Wakaf Produktif Center (WPC) Bukittinggi dengan Pimpinan Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kota Bukittinggi yang secara resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, di Sekretariat WPC Bukittinggi, dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh keakraban. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus kedua lembaga yang memiliki komitmen yang sama dalam membangun gerakan dakwah dan pemberdayaan umat.
Melalui kerja sama ini, WPC dan PD BKMT sepakat untuk saling bersinergi dalam sejumlah program strategis, di antaranya penguatan dakwah, pengembangan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf secara produktif.
Ketua WPC Bukittinggi, Fauzan Azim, S.HI., ME, menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jaringan gerakan dakwah sekaligus memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Ia menjelaskan bahwa Wakaf Produktif Center hadir sebagai lembaga yang mendorong pengelolaan wakaf secara profesional dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara sesaat, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap gerakan dakwah dan pemberdayaan umat dapat dilakukan lebih luas dan lebih berdampak. Wakaf harus dikelola secara produktif agar hasilnya dapat kembali kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Fauzan juga menegaskan bahwa sejarah Islam telah membuktikan betapa besar peran wakaf dalam membangun peradaban dan kesejahteraan umat. Salah satu contoh paling monumental adalah wakaf yang dilakukan oleh sahabat Nabi, Utsman bin Affan.
Pada masa Rasulullah ﷺ, Utsman membeli Sumur Raumah di Madinah dari seorang Yahudi yang saat itu menjual air dengan harga mahal. Setelah dibeli, sumur tersebut kemudian diwakafkan sehingga kaum Muslimin dapat mengambil airnya secara gratis. Wakaf tersebut tidak hanya bermanfaat pada masa itu, tetapi terus berkembang hingga kini dalam bentuk kebun kurma yang hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
Selain itu, Utsman bin Affan juga dikenal banyak mewakafkan hartanya untuk kepentingan sosial umat, termasuk membantu pembiayaan perluasan Masjid Nabawi pada masa Rasulullah ﷺ. Wakaf-wakaf tersebut menjadi bukti nyata bahwa wakaf mampu menghadirkan manfaat yang terus mengalir lintas generasi.
Contoh keberhasilan wakaf produktif juga dapat disaksikan pada masa modern. Salah satunya adalah pembangunan Zamzam Tower di kompleks Abraj Al-Bait di Makkah. Menara hotel raksasa yang berdiri di dekat Masjidil Haram itu dibangun di atas tanah wakaf milik Raja Abdul Aziz Al Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi.
Pengelolaan wakaf tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan hotel dan pusat layanan bagi jamaah haji dan umrah. Keuntungan dari pengelolaannya digunakan untuk mendukung berbagai program pelayanan bagi jamaah serta kepentingan umat Islam secara luas. Hal ini menunjukkan bahwa wakaf produktif dapat dikelola secara modern dan profesional tanpa menghilangkan nilai ibadah di dalamnya.
Sementara itu, Ketua PD BKMT Kota Bukittinggi, Ustadz H. Syamsul Bahri, S.HI., MA, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan bahwa BKMT sebenarnya telah lama memiliki keinginan untuk memaksimalkan potensi wakaf di tengah masyarakat.
Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan wakaf menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Kehadiran WPC sebagai lembaga profesional dalam pengelolaan wakaf dinilai menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut.
“Di BKMT sebenarnya sudah lama ada keinginan untuk memaksimalkan potensi wakaf di Kota Bukittinggi. Namun karena keterbatasan SDM, pengelolaannya belum maksimal. Sementara WPC hadir sebagai lembaga yang memiliki fokus dan profesionalitas dalam pengelolaan wakaf, maka kita memilih untuk bersinergi,” jelasnya.
Syamsul Bahri juga menyoroti bahwa lembaga dakwah di Kota Bukittinggi sebenarnya cukup banyak. Namun selama ini, berbagai gerakan dakwah tersebut masih berjalan sendiri-sendiri sehingga potensi besar yang dimiliki belum sepenuhnya terintegrasi.
Karena itu, melalui kerja sama ini diharapkan lahir gerakan dakwah yang lebih terkoordinasi, saling menguatkan, dan mampu menjawab kebutuhan umat secara lebih luas.
“Selama ini banyak lembaga dakwah yang berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya sinergi seperti ini, kita berharap gerakan dakwah menjadi lebih kuat dan cita-cita besar untuk kemaslahatan umat bisa lebih mudah dicapai. InsyaAllah PD BKMT Kota Bukittinggi siap membangun kerja sama yang produktif dengan WPC,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, kedua lembaga berkomitmen untuk segera merumuskan berbagai program nyata yang akan dilaksanakan secara bertahap dalam waktu mendatang.

Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh tim Wakaf Produktif Center dan jajaran pengurus PD BKMT Kota Bukittinggi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, penuh kekeluargaan, serta mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun gerakan dakwah yang lebih kuat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Hamidi, MA, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Wakaf Produktif Center Bukittinggi, dengan harapan agar sinergi yang terbangun dapat membawa keberkahan serta memberikan manfaat luas bagi umat.







