Yayasan Aqabah Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang: Wujud Nyata Solidaritas di Tengah Duka Bencana 2025
Bukittinggi — Infosumbar24.com. Keluarga Besar Yayasan Aqabah Bukittinggi kembali menunjukkan kepedulian mendalam terhadap sesama dengan menyalurkan Bantuan Peduli Bencana Alam Sumatera 2025 kepada warga terdampak banjir bandang yang melanda tiga kawasan paling parah, yakni Palembayan, Sungai Landia, dan Balingka, pada Selasa, 9 Desember 2025.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan solidaritas nasional di tengah duka mendalam yang menyelimuti masyarakat Sumatra. Hingga hari ini, Selasa (09/12/2025), data sementara mencatat 964 korban jiwa dan 291 orang masih hilang akibat banjir bandang yang menerjang tiga provinsi—Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bencana ini bukan hanya mengguncang masyarakat lokal, tetapi juga menyentuh hati seluruh rakyat Indonesia yang turut merasakan kedukaan yang sama.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, tim Yayasan Aqabah membawa sejumlah paket sembako serta bantuan uang tunai untuk dibagikan langsung kepada warga yang terdampak paling parah. Bantuan ini hadir di saat banyak warga kehilangan rumah, harta benda, hingga akses terhadap kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketua Yayasan Aqabah Bukittinggi, Ustadz H. Masdiwar, S.Pd.I, menyampaikan bahwa dana bantuan yang disalurkan merupakan hasil partisipasi dari Majelis Guru, wali murid, pengurus, dan civitas akademika ADI Aqabah Bukittinggi.
“Kami berharap bantuan ini mampu sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh musibah banjir bandang ini. Musibah adalah bagian dari ketetapan Allah, namun kepedulian dan kebersamaan adalah wujud nyata dari iman dan kemanusiaan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada mereka,” ujarnya penuh haru.
Ustadz Masdiwar kemudian menambahkan sebuah pesan hikmah untuk para korban:
“Ingatlah bahwa setiap badai pasti berlalu. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Jika hari ini kita diuji, maka yakinlah bahwa di baliknya Allah sedang menyiapkan kebaikan yang lebih besar. Bersabarlah, karena kesabaran adalah kunci keselamatan.”
Ungkapan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Sementara itu, Ketua Tim Penggalangan Dana, Ustadz Aliwizar Malik, M.Pd, menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuan melalui Yayasan Aqabah.
“Terima kasih kepada para muhsinin yang telah mempercayakan donasinya kepada kami. Alhamdulillah, bantuan telah kami serahkan langsung kepada para korban. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.”
Ia menutup dengan hadis Nabi SAW:
“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut:
- Ustadz Sulfa Malin (Sekretaris Yayasan Aqabah),
- Ustadz H. Nasrullah, S.Pd.I (Kepala SDIT Insan Kamil)
- Ustadz Awaluddin, S.Sos, M.Ag (Direktur ADI Aqabah),
- Ustadz H. Syofyan Arief, BA (Wakil Direktur ADI Aqabah)
- Ustadz Dr. Ahmad Hamidi, MA (Dosen ADI Aqabah),
- Ustadz Muhammad Iqbal, S.Sos;
- Ustadzah Rani Ani, S.Sos, selaku musyrif dan musyrifah.

Banjir bandang yang melanda Sumatra tahun 2025 ini disebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam satu dekade terakhir. Curah hujan ekstrem yang berlangsung berhari-hari memicu luapan sungai yang membawa material lumpur, bebatuan, bahkan kayu gelondongan. Ribuan rumah rusak berat, fasilitas umum lumpuh, dan ribuan warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Di tengah kondisi penuh keprihatinan tersebut, kehadiran Yayasan Aqabah Bukittinggi menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan warga serta membangkitkan kembali semangat kehidupan pascabencana.
Yayasan Aqabah menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta mengajak masyarakat luas untuk terus menebarkan kebaikan, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. *(A. Hamidi)*







