AKFAR Imam Bonjol Bukittinggi Jadikan SMKN 1 Pangkalan Sekolah Binaan, Dorong Hilirisasi Gambir
Lima Puluh Kota,Infosumbar24.com | Akademi Farmasi Imam Bonjol (AKFAR IB) Bukittinggi memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan SMKN 1 Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang diarahkan untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu sekolah binaan AKFAR IB.
Kerja sama ditandai dengan kunjungan tim AKFAR IB ke SMKN 1 Pangkalan, Senin (10/8/2026), sekaligus menjadi kunjungan balasan setelah sebelumnya pihak SMKN 1 Pangkalan melakukan penjajakan ke AKFAR IB terkait pengembangan pembelajaran dan potensi pengolahan gambir.

Penandatanganan kerja sama atau MoU menjadi pijakan awal bagi kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret, terutama dalam pengembangan keterampilan siswa, kewirausahaan, inovasi produk serta pemanfaatan komoditas unggulan daerah.
Salah satu fokus utama kolaborasi tersebut adalah gambir (Uncaria gambir Roxb.), komoditas yang memiliki posisi strategis bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota.
Gambir tidak lagi dipandang sebatas komoditas perkebunan yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Kandungan senyawa seperti katekin dan tanin membuka peluang pengembangan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari farmasi, kosmetik, penyamakan kulit hingga bahan industri.
Di sinilah kerja sama AKFAR IB dan SMKN 1 Pangkalan diarahkan: mendorong transformasi gambir dari komoditas menjadi produk bernilai tambah melalui pendidikan, riset, inovasi dan kewirausahaan.
Pendidikan Vokasi Didorong Menjadi Motor Hilirisasi
Direktur AKFAR IB Bukittinggi, M. Nazif, dalam kesempatan tersebut juga memberikan seminar kewirausahaan kepada siswa SMKN 1 Pangkalan.
Seminar diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan sekaligus membuka wawasan siswa bahwa potensi yang berada di sekitar mereka dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
“Potensi daerah tidak cukup hanya kita kenali. Kita perlu belajar bagaimana mengolahnya, mengembangkannya, dan menciptakan nilai tambah dari potensi tersebut.”
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat utama dalam membangun kolaborasi antara pendidikan vokasi dan potensi ekonomi daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai tindak lanjut pengembangan gambir, termasuk peluang pengolahan, diversifikasi produk, peningkatan nilai ekonomis, serta pengembangan pembelajaran yang memungkinkan siswa dan mahasiswa terlibat secara langsung.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, tetapi berkembang menjadi program nyata yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan produk inovatif.
SMKN 1 Pangkalan Siap Kembangkan Potensi Lokal
Kepala SMKN 1 Pangkalan, Agus Sofyan, M.Pd, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan AKFAR IB diharapkan memberikan dampak positif bagi kedua institusi, khususnya dalam memperluas akses pendampingan, penguatan pembelajaran, pengembangan keterampilan dan inovasi pengolahan potensi lokal.
Melalui status sebagai sekolah binaan, SMKN 1 Pangkalan diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pembelajaran berbasis potensi daerah.
Ke depan, kolaborasi akan diarahkan pada kegiatan yang memungkinkan siswa dan mahasiswa belajar bersama, mengembangkan produk, mengasah keterampilan serta mengeksplorasi peluang kewirausahaan berbasis gambir.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya inovasi dan calon-calon wirausahawan muda yang mampu membaca potensi ekonomi di daerahnya.
Dihadiri Kepala Cabang Dinas Wilayah IV
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Tasman Firdaus, M.Pd, bersama Kepala SMKN 1 Pangkalan, jajaran guru dan pihak terkait.
Kehadiran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV menjadi bagian penting dalam penguatan kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia pendidikan tinggi dan pengembangan potensi daerah.
Kerja sama AKFAR IB dan SMKN 1 Pangkalan pada akhirnya diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan yang mampu menghubungkan sekolah, perguruan tinggi, potensi komoditas lokal dan peluang industri.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, gambir tidak hanya menjadi komoditas yang dihasilkan masyarakat, tetapi dapat menjadi sumber lahirnya inovasi, produk bernilai tambah dan peluang usaha baru bagi generasi muda Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dari kebun ke ruang kelas, dari ruang kelas menuju inovasi, dan dari inovasi menuju hilirisasi gambir.


















