Dari Simbol Sejarah Menjadi Destinasi Utama: SK Wali Kota Rampung, Bukittinggi Mahkotai Diri Lewat Badan Promosi Pariwisata Daerah
Bukittinggi,Infosumbar24.com | “Ingat Indonesia, ingat Sumatera Barat dan pasti ingat Kota Bukittinggi.”
Adagium ini kini memasuki babak baru yang nyata.
Dengan telah rampungnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bukittinggi, landasan hukum dan kelembagaan bagi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bukittinggi kini resmi berdiri kokoh.
Penerbitan SK tersebut menjadi tonggak penting sekaligus amanah untuk mengonsolidasikan seluruh potensi sejarah, budaya dan arsitektur kota, demi mengukuhkan Bukittinggi sebagai destinasi pariwisata utama yang berkelanjutan di kancah nasional maupun internasional.
Penetapan legalitas ini menegaskan tekad pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kekayaan historiografi kota.
Menatap keagungan Jam Gadang yang berdiri tegak sejak 1926, sebuah mahakarya arsitektur dengan mekanisme mesin langka yang disebut memiliki karakteristik sejenis dengan mesin Big Ben di London, dimana ikon tersebut tidak lagi semata menjadi agenda nostalgia tetapi bagian dari aset promosi pariwisata terpadu yang dapat diperkenalkan lebih luas.
Integrasi Tiga Pilar Unggulan
Pembentukan BPPD Kota Bukittinggi menjadi wadah kolaborasi berbasis pentahelix, yang menghimpun unsur pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, akademisi, asosiasi hingga media.
BPPD Kota Bukittinggi diharapkan dapat mendorong pemasaran digital terpadu, membangun kemitraan rantai pasok pariwisata serta memperkuat penyelenggaraan berbagai agenda dan event berskala nasional maupun internasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi sektor pariwisata.
Melalui amanat Wali Kota tersebut, BPPD Kota Bukittinggi diarahkan untuk mengemas berbagai keunggulan daerah ke dalam skema promosi modern yang terukur dan terintegrasi melalui tiga pilar utama.
Pilar Historiografi dan Kedaulatan (Nation-Building)
Mengangkat rekam jejak Bukittinggi sebagai salah satu pusat penting dalam perjalanan kedaulatan bangsa, termasuk ketika menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada periode 1948–1949, sebagai produk unggulan wisata edukasi dan sejarah.
Pilar Kawah Candradimuka Intelektual
Memanfaatkan narasi sejarah dan jejak intelektual tokoh-tokoh besar bangsa, seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, untuk memperkuat wisata berbasis edukasi, kebudayaan Minangkabau serta tradisi literasi.
Pilar Bentang Alam dan Estetika Kota
Mengoptimalkan keindahan Ngarai Sianok, kesejukan udara pegunungan, karakter arsitektur kota, serta kekayaan kuliner khas sebagai bagian dari paket daya saing wisata alam, budaya dan gaya hidup.
Terbitnya SK Wali Kota ini sekaligus menandai dimulainya kerja cepat unsur-unsur di dalam BPPD Kota Bukittinggi untuk membangun sinergi pentahelix.
Pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, akademisi, asosiasi, komunitas, serta media memiliki ruang yang sama untuk membangun promosi Bukittinggi secara lebih terintegrasi.
Dengan rampungnya SK Wali Kota tersebut, Bukittinggi tidak hanya bersiap menyambut masa depan pariwisatanya tetapi juga memiliki pijakan kelembagaan untuk memperkuat pesan promosi ke tingkat nasional maupun internasional.
Kapan pun orang mengingat Indonesia, ingat Sumatera Barat, maka Kota Bukittinggi harus hadir sebagai salah satu destinasi utama yang harus dituju.
(IMAN CHANIAGO)


















