Riau,Infosumbar24.Com|Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) merupakan ikatan kekeluargaan yang sangat diperhitungkan di pulau Sumatera yang terbentuk pada tahun 2000 di Kot a Pekanbaru sendiri sudah beranggotakan 2500 orang sementara di Propinsi Riau secara keseluruhan berjumlah 600 kepala keluarga atau mencapai 6000 hingga 7000 orang, pendirian IKLA memiliki maksud dan tujuan yang sangat mulia dan fundamental dalam memperkuat dan meningkatkan persaudaraan, kebersamaan, dan silaturahmi sesama perantau, terutama dalam konteks sosial kemasyarakatan maupun hubungan dengan sang Khalik seperti diutarakan ketua IKLA Propinsi Riau, AKBP (Purn) H. Muhammad Hanafi ketika menjamu sejumlah pengurus yang datang dari Riau di tempat kegiatan usahanya, Home Stay di kecamatan Matur kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat pada Sabtu, (5 April 2025)
” Tujuan utama sebagai wadah memperkuat hubungan individu dan kelompok. Melalui interaksi langsung, orang dapat saling mengenal lebih baik dan menciptakan rasa kebersamaan yang kuat” tutur ketua IKLA, H. Hanafi penuh ramah
Hanafi juga mengucapkan selamat hari raya dan berharap para anggota saling memaafkan dengan harapan puasa yang dijalankan diterima dan mendapatkan ridho Allah SWT, demikian juga ibadah kedepannya
ketua IKLA mengajak seluruh jajaran dan anggota untuk saling memaafkan satu sama lain, kalau di kampung ada ninik mamak dirantaupun ninik mamak sebagai panutan maupun “tunjuk ajar” bagi kita” tutur Hanafi
Hanafi juga menegaskan, membangun silaturahmi dimulai dari diri sendiri dan keluarga yang memiliki 3 tingkatan seperti terhadap suami istri, anak, dan sanak saudara, termasuk, membangun ikatan silaturahmi di sesama warga di rantau
Melalui silaturahmi antar perantau maka akan terjadi kekompakan di rantau sehingga tidak diremehkan dan direndahkan oleh suku lain serta mampu bertahan.
” Ibarat obat anti nyamuk yang terus menjalar demikian juga dalam membangun silaturahmi penuh kekompakan dan kerja sama terus menerus” ucap Hanafi
Hanafi juga menekankan, segala sesuatu mesti diawali dengan niat baik, lalu berkata baik kalau kita sudah bercakap yang baik-baik hasilnya juga akan baik,dengan demikian kita bisa berbuat baik maka dunia dan akhirat kita yang punya
Dirinya menambahkan, memulai sesuatu diawali dari kita tidak bisa memaksakan pendapat kepada orang lain sebelum kita mengawalinya
Demikian juga dengan bidang sosial kemasyarakatan, kalau kita sudah berbuat pada orang lain maka Allah akan membalasnya di sanalah kita bentuk solidaritas dan toleransi terhadap sesama

Dedi Febriadi, Kahumas IKLA Propinsi Riau turut hadir dalam silaturahmi menyampaikan hal senada serta memberikan apresiasi kepada ketua IKLA propinsi Riau
” Selama kepemimpinan Bapak Hanafi memiliki komitmen yang kuatuntuk merangkul, memperkuat dan menjalin persatuan dan persaudaraan semua perantau yang ada di Riau khususnya luhak Agam” tutur Dedi Febriadi
berperan penting dalam menjaga solidaritas di antara anggota komunitas di perantauan dengan saling mendukung kegiatan dan bekerja sama dalam mengatasi masalah yang dihadapi.
IKLA sangat berbeda dengan organisasi lainnya karena lebih bersentuhan langsung dengan sosial kemasyarakatan dengan merangkul warga yang mengalami berbagai kesulitan tanpa membedakan latar belakang dan status sosial miskin atau kaya.
Dengan inisiasi oleh ketua, Kita tidak sungkan memberikan perhatian dengan mendatangi anggota yang mengalami masalah dengan demikian anggota tertarik dan perlahan masuk menjadi anggota.
IKLA dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tampil maju kedepan seperti pada puasa menggalang kegiatan sosial kemanusaan berbagi terhadap mereka yang kurang mampu, meskipun tidak semuanya dipublikasikan.
(Tim Infosumb)







