
Debat peetama ini memperlihatkan antusiasme dan ketegasan setiap pasangan calon dalam menyampaikan rencana-rencana inovatif bagi kemajuan Bukittinggi dalam lima tahun ke depan.
Pasangan calon nomor urut 3, Erman Safar dan Heldo Aura, serta pasangan calon nomor urut 4, Ramlan Nurmatias dan Ibnu Asis, terpantau aktif saling berargumen dan menunjukkan kekuatan program masing-masing.
Tidak lepas dari pengalaman mereka, mengingat baik pasangan calon nomor urut 3 maupun 4 pernah menjabat sebagai Wali Kota Bukittinggi sebelumnya, sehingga memiliki pengalaman langsung dalam pengelolaan kota.
Dalam debat ini nampak keempat pasang calon dapat menjawab dengan tegas semua pertanyaan,menunjukkan masing2 calon memang sudah menguasai materi yang disiapkan panelis.
Beberapa bagian ketika sesi bertanya dan mengomentari dari paslon nomor 3 Erman Heldo kepada pasangan nomor 4 Ramlan-Ibnu,nampak Paslon nomor 4 Ramlan Ibnu menjawab dengan tenang tetapi tegas tanpa terpancing.Begitu juga sebaliknya ketika paslon nomor 4 Ramlan -Ibnu bertanya kepaslon nomor 3 Erman-Hedo,tidak terdengar paslon nomor 4 ini bertanya yang bersifat agresif ataupun menyerang.sehingga yang selama ini tuduhan atau isu pasangan ini selama berkampanye selalu menyerang pasangan lain terbantahkan.
Dalam beberapa sesi nampak paslon nomor 4 tenang dan selalu memberikan narasi yang berpegang kepada fakta dan data.masing paslon menunjukkan kemampuan dalam mengemukakan visi misi.
Paslon nomor 2 Nofil – Reja tampil meyakinkan dan lugas,beberapa titik kelemahan dalam menangani Bukittinggi dikemukakan berdasarkan data.begitu juga paslon nomor 1 Marfendi – Fauzan,pengalaman Marfendi yang disapa akrab dengan panggilan Buya ini sebagai wakil Walikota petahana seakan akan membuka lebar kelemahan pemerintahan.Dengan tegas dan yakin dalam statemen pembuka beliau mengatakan bahwa Bukittinggi harus berbenah,”banyak hal dimasa hampir 4 tahun pemerintahan sekarang yang harus diperbaiki dengan serius”ujar beliau.
Sebelum acara dimulai dalam sambutannya Ketua KPU Bukittinggi mengatakan,dengan adanya acara debat ini bisa menjadikan edukasi kemasyarakat dan juga sebagai tolak ukur bagaimana dengan mendengarkan visi misi paslon,masyarakat dapat menilai yang mana yang akan dipilih untuk pemimpin di kota Bukittinggi yang akan datang.(ic)







