DR. Rama Gusriyanto, S.Si,. MM Presdir Monopoli Hotel, Ketika Masyarakat Mulai Menoleh kepada Putra Terbaik Bukittinggi
Bukitttinggi,Infosumbar24.com | Dalam beberapa tahun terakhir, satu nama mulai sering muncul dalam berbagai perbincangan masyarakat Bukittinggi. Bukan karena kontroversi, bukan karena pencitraan politik melainkan karena rekam jejak panjang yang dibangun melalui kerja nyata dan keberhasilan yang terukur.
Nama itu adalah DR. Rama Gusriyanto, S.Si,. MM.
Alumni SMA Negeri 1 Bukittinggi angkatan 1996 ini dikenal sebagai sosok yang merintis karier dari bawah.
Lulus dari SMA Negeri 1 Bukittinggi tahun 1996 Rama berhasil melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Rama meraih gelar Sarjana Fisika bidang Instrumentasi dan Elektronika pada tahun (1999- 2000), kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Pelita Harapan hingga meraih gelar doktor.
Kini, sebagai President Director PT I FLEX Groups Company dan President Director Monopoli Hotels Bukittinggi.
saat ini PT. I FLEX sudah punya pabrik di Tangerang, tahun 2016 juga ada Pabrik di semarang dan terakhir 2018 akuisisi Perusahaan Kemasan Di Dongguan China.
Disaat orang china investasi di Indonesia, Rama memberanikan diri untuk investasi di China.
Rama memimpin berbagai lini bisnis mulai dari manufaktur kemasan, mesin industri, perhotelan hingga ritel.
Tidak banyak orang yang mampu bangkit setelah terjerat utang Rp16 miliar. Lebih sedikit lagi yang mampu mengubah keterpurukan itu menjadi pijakan menuju kesuksesan internasional.
Namun, itulah kisah hidup DR. Rama Gusriyanto, S.Si,. MM, seorang putra Minang yang percaya bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada jalan yang dibukakan Tuhan melalui doa seorang Ibu.
Bagi Rama do’a seorang Ibu dan istri adalah jalan yang akan Tuhan bukakan dalam berusaha
Kisah Rama Gusriyanto menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa mudah jalan yang dilalui, melainkan oleh seberapa kuat seseorang bertahan ketika menghadapi kesulitan.
Dari ruang kelas SD Negeri 28 Simpang Mandiangin (1984-1990), SMP Negeri 7 sekarang SMPN 6 Lambau (1990-1993) dan SMA Negeri 1 Bukittinggi (1993-1996) dari seorang pemuda yang pernah menganggur berbulan-bulan, hingga menjadi pemimpin berbagai perusahaan nasional, Rama Gusriyanto telah membuktikan bahwa mimpi besar selalu memiliki peluang untuk menjadi kenyataan.
Karena pada akhirnya, bukan dari mana seseorang memulai yang menentukan masa depannya, tetapi sejauh mana ia berani melangkah, bekerja keras dan tidak pernah berhenti bangkit setiap kali kehidupan menjatuhkannya.
Dari seorang operator produksi bergaji Rp600 ribu per bulan, hingga menjadi President Director PT I FLEX Groups Company dan President Director Monopoli Hotel, perjalanan hidupnya bukan kisah yang lahir dari kemudahan.
Rama pernah merasakan pahitnya kegagalan usaha, tekanan utang hingga belasan miliar rupiah hingga harus memulai kembali dari nol.
Namun justru dari ujian itulah lahir ketangguhan yang kemudian membawanya menjadi salah satu pengusaha nasional yang diperhitungkan.
Bagi banyak warga Bukittinggi, keberhasilan Rama bukan sekadar keberhasilan pribadi tetapi dianggap sebagai representasi anak daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional tanpa kehilangan identitas sebagai urang awak.
Di berbagai ruang diskusi masyarakat, mulai dari kalangan perantau, akademisi, pelaku usaha hingga generasi muda, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar,
“Mengapa putra daerah dengan pengalaman dan kapasitas seperti ini tidak ikut membangun Bukittinggi secara langsung?”
Selama puluhan tahun berkiprah di dunia usaha, Rama terbiasa memimpin organisasi besar, mengelola ribuan tenaga kerja, menghadapi krisis, membangun investasi dan menciptakan pertumbuhan. Pengalaman seperti itu dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Bukittinggi hari ini membutuhkan lebih dari sekadar administrator ataupun tokoh yang lahir dari politik yang sangat praktis, tapi kota ini membutuhkan pemimpin yang memahami ekonomi, investasi, pariwisata, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja serta mampu menjembatani kepentingan daerah dengan dunia usaha dan jaringan nasional.
Karena itulah, sebagian masyarakat mulai menaruh harapan kepada sosok seperti Rama Gusriyanto.
Bukan semata karena gelar doktor yang disandangnya. Bukan pula karena jabatan yang dimilikinya tapi karena perjalanan hidupnya yang membuktikan bahwa ia memahami arti perjuangan dari bawah, memahami bagaimana menciptakan peluang dan memahami bagaimana bangkit dari keterpurukan.
Sebagai putra Bukittinggi yang lahir dari didikan seorang guru, Rama dinilai memiliki kedekatan emosional dengan kota yang membesarkannya. Banyak yang meyakini bahwa seseorang yang berhasil di luar daerah akan memiliki perspektif baru ketika kembali membangun kampung halamannya.
Tentu keputusan untuk terjun ke dunia pemerintahan atau memimpin daerah sepenuhnya berada di tangan Rama sendiri namun yang menarik adalah semakin banyak masyarakat yang mulai menyuarakan harapan tersebut.
Harapan agar pengalaman, jaringan, kemampuan manajerial dan semangat membangun yang selama ini digunakan untuk membesarkan perusahaan, suatu hari dapat pula diarahkan untuk membesarkan Bukittinggi.
Sebab bagi sebagian warga, kepemimpinan bukan hanya soal politik tetapi kepemimpinan adalah tentang kemampuan menghadirkan solusi.
Dan dalam diri DR. Rama Gusriyanto S.Si,. MM, mereka melihat sosok yang telah membuktikan kemampuan itu sepanjang perjalanan hidupnya.
Apakah harapan itu akan menjadi kenyataan?
Waktu yang akan menjawab.
Namun satu hal yang tidak terbantahkan, semakin banyak masyarakat yang mulai melihat DR. Rama Gusriyanto S.Si, MM bukan hanya sebagai pengusaha sukses asal Bukittinggi, tetapi sebagai salah satu putra terbaik yang dinilai layak memimpin kota kelahirannya menuju masa depan yang lebih maju.(imanchaniago)







